Perlukan Minum lebih dari 8 gelas/hari?

14 November 2019 | 15:34




Sudah menjadi pengetahuan umum selama ini bahwa kebutuhan air minum setidaknya mencapai 8 gelas/hari. Ternyata ini tidak sepenuhnya tepat karena kebutuhan cairan setiap orang berbeda. Sebuah riset menyebutkan bahwa otak dan tubuh manusia mampu memberikan sinyal apakah tubuh dehidrasi atau hidrasi dan apakah berbahaya atau tidak.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences in the United States of America ini, mengemukakan bahwa tubuh mempunyai mekanisme kesulitan minum air ketika tubuh sudah merasa kelebihan. Hal ini menjadi sebuah mekanisme untuk mencegah terjadinya hiponatremia atau keracunan air.

Peneliti mencatat scan fMRI otak pada 20 orang untuk rataan air yang diminum pada dua kondisi: sehabis berolahraga dan kehausan, serta setelah minum air sekitar satu liter. Penilaian dilakukan saat peserta sudah tidak bisa minum ketiga kalinya, baik dengan air putih atau air bergula. Hal ini dianggap sebagai perlawanan, dimana tubuh punya refleks penghambatan menelan/minum ketika cukup air. Selain juga sebagai mekanisme untuk mengatur asupan air dan menjaga keseimbangan elektrolit tubuh.

Scan fMRI menunjukkan bahwa daerah prefrontal kanan otak peserta jauh lebih aktif ketika mereka mencoba untuk menelan setelah kebanyakan minum. Ketika tubuh kebanyakan air, kadar natrium menjadi abnormal dan cenderung rendah (hiponatremia), kondisi yang dapat menyebabkan kelesuan, mual, kejang dan bahkan kematian. Hal ini beresiko bagi orang yang kehilangan banyak natrium melalui keringat dan tidak mengganti dengan cairan elektrolit.

Dalam riset ini, untungnya  para peserta studi tidak mengkonsumsi sejumlah besar air dan tidak dalam bahaya yang sebenarnya. Ada juga orang yang terlalu banyak air dalam tubuhnya dan mengabaikan sinyal otak untuk berhenti minum.

Beberapa kasus meninggalnya para pelari disebabkan karena terlalu banyak minum air, walaupun kebutuhan cairan mereka juga tidak boleh kekurangan.

Michael Farrell, Ph.D dari Monash University Australia memberitahukan bahwa banyak orangtua masih sering kekurangan asupan air, sehingga mesti diawasi.

Asupan air menurut The Institute of Medicine bagi lelaki adalah sekitar 1,25 liter dan perempuan sekitar 1 liter, termasuk dari makanan dan minuman, misalnya teh, kopi, dan sebagainya.

Jumlahnya pada masing-masing individu tentu berbeda tergantung pada usia, berat badan, kondisi kesehatan, aktif/tidak. Maka itu, lebih baik minum karena rasa haus daripada harus ditentukan jumlahnya. Yang terpenting adalah membaca tanda tubuh.