Agar Tidak Lemas dan Malas Saat Berpuasa

20 May 2016 | 10:58




Agar Tidak Lemas dan Malas Saat Berpuasa
Saat Berpuasa Puasa tidak saja bermanfaat dalam dimensi keimanan yang akan berpengaruh positif bagi jiwa dan mental seseorang, tetapi jika dijalankan dengan baik dalam dimensi fisik juga akan berdampak positif pada kesehatan. Berbagai penelitian dari ahli kesehatan menunjukkan banyak bukti-bukti positif yang mengung kap hubungan puasa terhadap kesehatan fisik.

Diantara manfaat puasa bagi kesehatan antara lain: menurunkan kadar lemak dan kolesterol darah, menu runkan berat badan, menjaga kesehatan Jantung, mengoptimalkan pembuangan toxin/racun dari dalam tubuh, merevitalisasi organ-organ pencernaan, mengu rangi gula darah dan lemak, menurunkan hipertensi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan hormon seksual dan fungsi seksual, meningkatkan kinerja otak, dll.

Manfaat puasa bagi kesehatan tersebut dapat diperolah jika menjalankan puasa secara baik dan benar. Terutama dalam hal pengaturan makanan/minuman baik dari segi waktu, jumlah dan jenis makanan yang di konsumsi. Berikut ini panduan aktivitas dan pengaturan makan/minum dan aktivitas harian selama berpuasa agar manfaat dimensi kesehatan tercapai optimal:

Makan Sahur
Makanan Sahur, jangan sampai terlewatkan. Makanan sahur penting untuk pasokan nutrisi selama 12-14 jam berpuasa. Makan lah dengan menu lengkap berupa sumber karbohidrat (nasi atau sejenisnya) dalam porsi sedang saja. Protein (dari lauk hewani/nabati), sayur 1-2 porsi+ buah 1 porsi sebagai sumber vitamin dan mineral. Lengkapi dengan minum air putih setidaknya 2 gelas sebelum masuk imsak. Buah dapat di makan setidaknya 15 menit sebelum makan sahur dan hindari buah yang terlalu manis. Mengakhirkan waktu makan sahur sangat dianjurkan untuk menjaga ketersediaan nutrisi lebih lama diwaktu siang.


Waktu Puasa (imsak hingga berbuka)
Disaat sedang berpuasa ketika tidak ada sama sekali asupan makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh, sebaiknya tidak melakukan aktifitas fisik yang berlebihan yang dapat memicu terjadinya kehilangan tenaga yang akan berdampak pada penurunan tenaga dan gula secara cepat di dalam darah serta memicu terjadinya dehidrasi. Contoh kegiatan seperti kegiatan fisik berlebihan dibawah terik sinar matahari, berolahraga pagi atau siang hari. Olahraga dimungkinkan 1 jam menjelang saat berbuka puasa ataupun dimalam hari setelah berbuka.

Waktu Berbuka
Saat berbuka, mulailah dengan mengkonsumsi makanan/minuman manis dari jenis buah-buahan. Kandungan gulanya yang mudah dicerna dapat dengan segera menyediakan tenaga bagi tubuh, namun demikian kandungan gula pada buah umumnya tidak setinggi jika mengkonsumsi makanan manis yang menggunakan gula. Rasa manis dari gula terutama gula pasir sebaiknya dihindari karena nilai indeks glikemik yang terlalu tinggi dibanding jenis gula dari buah-buahan. Begitu juga hindari rasa manis dari pemanis buatan, karena hanya memberi kesan manis tanpa sumbangan kalori untuk tenaga.

Setelah makanan pembuka, dapat disela dengan kegiatan lainnya pencernaan siap untuk menerima asupan makanan lainnya. Paling tidak beri jarak waktu 1 jam untuk anda lanjutkan ke makan besar.

lanjutkan ke makan besar. Usahakan menu makanan yang lengkap dengan gizi yang seimbang. Batasi porsi terutama untuk jenis karbohidrat (nasi dan sejenisnya), ini penting untuk meringankan kerja pencernaan karena porsi yang besar akan mengakibatkan sistem pencernaan bekerja berat dan menimbulkan kelelahan hingga kemalasan. Hal ini juga akan meng gangu kualitas tidur, terutama jika jadwal makan besar setelah shalat isya. Minum air sekitar 4-5 gelas dari saat berbuka hingga tidur.

Prinsipnya : Disaat puasa aktifitas pencernaan menu run, oleh karena itu seharusnya porsi makanan juga semestinya lebih kecil dari porsi makan di hari biasa saat tidak berpuasa.

Keseimbangan Nutrisi
Keterpenuhan semua jenis nutrisi sangat penting dan dapat dilakukan melalui mengkonsumsi suplemen dengan kandungan zat gizi dasar yang diperlukan tubuh. Berikut beberapa suplemen alami dengan kandungan zat gizi dasar/utama untuk memastikan kecukupan zat gizi dan menjaga stamina tetap optimal selama puasa :
1.Supergreen Food (SGF)
SGF mengandung tinggi protein dengan asam amino lengkap, 15 jenis vitamin dan 12 jenis mineral. Ini akan memberikan “garansi” kecukupan jenis nutrisi protein, vitamin dan mineral selama berpuasa. Selain itu SGF bersifat Prebiotik, sangat baik untuk kesehatan pencernaan dan membantu proses detoksifi kasi akan lebih maksimal. Kand ungan senyawa aktif berupa PPARs akan memaksimalkan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein dalam tubuh. Inilah salah satu rahasia mereka yang mengkonsumsi SGF akan selalu fit dan tetap bertenaga sehingga dapat beraktivitas seperti biasa selama puasa.
2.Vitayang Omega-3
Mengandung asam lemak Omega-3 yang sifatnya esensial (dibutuhkan tubuh tapi hanya dapat diperoleh dari luar tubuh). Ini penting untuk metabolisme lemak, kesehatan sel syaraf, jantung dan sirkulasi darah serta keseimbangan hormon.
3.KK Minuman Serbuk Kedelai
Kandungan zat gizi yang menyerupai nutrisi susu sapi namun bebas kolesterol dan tinggi serat sangat baik sebagai minuman untuk mensuplai nutrisi yang lengkap tanpa harus cemas dengan kandungan lemak jahatnya.
4.Vitayang Q-10
Vitayang Q-10. Satu lagi suplemen yang layak dipertimbangkan bagi mereka yang berusai 40 tahun ke atas atau mungkin lebih muda dari 40 dengan indikasi fungsi jantung yang melemah. Vitayang Q-10 mengandung co-enzim Q-10 yang penting untuk produksi tenaga pada setiap organ vital dalam tubuh terutama pada organ Jantung. Konsumsi suplemen nutrisi yang alami dapat menjadi cara smart untuk membantu keseimbangan nutrisi, menjaga metabolisme tubuh dengan baik saat berpuasa. Kombinasi konsumsi suple men KKI sesuai waktu dan kebutuhan dapat dilihat pada tabel ini. POM TI. 104 241 991 BPOM RI ML 802909002268 POM SD 10 POM SD 142345071.